Senin, 31 Agustus 2009

dan...

dan.........
tersenyumlah cinta,
karena tak kan ada aQ lagi

down

aQ yang tertatih berusaha tetap berdiri dalam luka ini,
kamu...
masih tetap Q cintai di balik pedang yang telah menghujam rasa sakitQ
tak peduli betapa rentannya kalimat cinta ini melukai jiwaQ
lilin kecil itu pasti padam,
cepat tau lambat...
dan semua kembali pekat
biarkanlah bayangan ini tetap meringkuk sepi

one love

satu cinta mengisyaratkan aQ yang remuk
satu mimpi yang pahit... tetap saja tak mampu melepaskanmu
lalu bunuhlah aQ demi semua rasa yang tak sanggup Q hindari
karena rindu adalah rasa yang tak kan pernah peduli betapa sakitnya aQ

310809

jika mimpi adalah bagian semu dari bayangan hitam yang selalu Q cari dibalik bintang yang redup, lalu untuk apa bunga-bunga masih tak indah? karena jiwa yang kelu masih cukup terabaikan pada satu rasa, dan tetap saja rasa itu adalah cinta
mengeja kata-kata rindu disetiap aQ yang tak berkilat,
keluh kesah pelangi...
selayaknya dewi cinta, aQ mencoba meniti pada warna ungu hanya agar aQ bisa terus melihat senyuman yang tak pernah berhenti menggoreskan luka di jiwaQ yang kerontang
tak cukup ada kebencian memang, yang ada hanya sejumput kepahitan yang mengubur mati asaQ. debu yang melayang bersama asa mengantarkanQ pada dunia nyata yang hingar-bingar
tetap saja aQ terjatuh diantaranya
kuncup melati yang masih basah, demi detik-detik yang berlari pada pelangi. lukisan yang tak indah tapi mengaggumkan bagi seorang aQ yang rapuh.
pantaskah aQ disebut pecundang???