jika mimpi adalah bagian semu dari bayangan hitam yang selalu Q cari dibalik bintang yang redup, lalu untuk apa bunga-bunga masih tak indah? karena jiwa yang kelu masih cukup terabaikan pada satu rasa, dan tetap saja rasa itu adalah cinta
mengeja kata-kata rindu disetiap aQ yang tak berkilat,
keluh kesah pelangi...
selayaknya dewi cinta, aQ mencoba meniti pada warna ungu hanya agar aQ bisa terus melihat senyuman yang tak pernah berhenti menggoreskan luka di jiwaQ yang kerontang
tak cukup ada kebencian memang, yang ada hanya sejumput kepahitan yang mengubur mati asaQ. debu yang melayang bersama asa mengantarkanQ pada dunia nyata yang hingar-bingar
tetap saja aQ terjatuh diantaranya
kuncup melati yang masih basah, demi detik-detik yang berlari pada pelangi. lukisan yang tak indah tapi mengaggumkan bagi seorang aQ yang rapuh.
pantaskah aQ disebut pecundang???
Senin, 31 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar